Rabu, 05 November 2014

Cara Membuat Web Design dengan Menggunakan Macromedia Dreamweaver

Cara Membuat Web Design dengan Menggunakan Macromedia Dreamweaver  


Kini saatnya kita melanjutkan tutorial web kita yang membahas cara membuat web dengan menggunakan Macromedia Dreamweaver.
Dibagian pertama tutorial berkelanjutan ini kita telah mengenal sekilas mengenai profil Dreamweaver sebagai salah satu software web design.

Oke deh, saya sarankan pembaca sudah mendownload dan sudah menginstal dreamweaver baik itu yang asli dan sudah di-purchase, trial, maupun yang versi tak asli yang serial number-nya didapat dari crack-crack-an, kayak saya ini :D. Atau kalau belum menginstal juga tidak masalah kok. Dreamweaver tidak membuat kita pintar, tapi kita yang membuat dreamweaver menjadi pintar. Gimana caranya? Dibagian ini kita akan mempelajari dasar-dasar dreamweaver untuk membuat website.




1. Silahkan jalankan program Dreamweaver jika pembaca telah menginstalnya.

2. Pada menu utama, pilih File --> New, maka akan muncul tampilan pilihan jenis dokumen baru yang ingin kita buat. Maksudnya adalah kita memilih apakah ingin membuat halaman web basic (statis), web dinamis (biasanya untuk web berbasis database), halaman template, dan lain-lain. Setiap kategori terdiri dari beberapa jenis dokumen. Menurut saya jenis ini dibedakan berdasarkan bahasa dan fungsi yang akan digunakan untuk halaman website yang akan kita buat. Karena saat ini kita mencoba belajar yang dasar terlebih dahulu, maka silahkan pilih kategori Basic Page dan jenisnya HTML.


3. Tampilan layar desain Dreamweaver terdiri dari 3 jenis, yaitu code, split, dan design. 


Layar Code berfungsi sebagai tempat kita membuat halaman web dengan mengetikbahasa pemograman secara langsung. Artinya, layar inilah yang menampilkan struktur bahasa pemograman web yang dipakai pada halaman web yang sedang kita buat. Pada bagian design, kita membuat website dengan menggunakan menu-menu yang tersedia, misalnya menu menambahkan gambar, membuat tabel, mengatur tampilan tulisan, dan lain-lain. Kita tidak perlu mengetik bahasa pemograman halaman web yang kita buat karena secara otomatis, setiap kita menambahkan sebuah elemen, maka dreamweaver akan menerjemaahkannya kedalam kalimat-kalimat bahasa pemograman yang kita gunakan. Inilah keunggulan dreamweaver dibanding notepad, frontpage, dan mungkin yang lainnya. Karena pada dreamweaver sudah tersedia menu-menu yang siap pakai untuk mendesain halaman web. Selain itu, interface-nya juga sangat bagus dan mudah digunakan. Bagian splitberguna untuk membagi halaman kerja dreamweaver menjadi 2, separuh untuk menampilkan layar code, dan separuh lagi menampilkan layar design. Hal ini berguna jika kita ingin mendesain halaman melalui layar design namun ingin melihat perubahan kode bahasa webnya, dan juga sebaliknya. Jika pembaca masuk ke layar Code, Anda akan melihatstruktur HTML sebagai contoh struktur:

<title>Untitled Document</title>
dimana struktur tersebut berfungsi untuk mendefenisikan judul halaman web kita yang akan muncul di title bar browser.

4. Dibagian kiri atas dibawah menu File, terdapat menu dropdown yang terdiri dari beberapa pilihan. Pilihan ini berguna untuk memilih menu-menu desain yang akan kita gunakan. Misalnya kita ingin menambah gambar, maka pilih Common, maka disebelah kanannya akan muncul menu-menu bergambar yang bisa kita gunakan, salah satunya untuk memasukkan gambar ke halaman website.

5. Coba pembaca masuk ke layar Design seperti yang saya jelaskan pada poin 3. Setelah memilih bagian tersebut, dibagian bawah pembaca akan melihat bagian Properties. Bagian ini berfungsi untuk mengatur tampilan dari elemen-elemen yang kita tambahkan kedalam halaman web yang kita buat. Menu-menu Properties ini hanya terlihat jika kita bekerja pada layar Design.

6Dibagian samping, terdapat pula bagian yang bernama Panel. Salah satu fungsi panel ini adalah untuk mengatur file-file web yang telah kita buat.

7. Dibagian atas tepatnya disamping menu pilihan layar, ada kotak isian bernama Title. Bagian berfungsi untuk memberikan judul halaman web yang sedang kita buat yang akan muncul pada title bar browser. 

Fungsi ini sama seperti yang dijelaskan pada poin 3 diatas mengenai tag title. Coba pembaca ganti tulisan yang ada di kotak tersebut menjadi misalnya "Tutorial Website Dengan Dreamweaver". Setelah itu, kembali ke layar code dan lihat perubahan yang terjadi pada bagian tag <title>.
Membuat website statis dengan menggunakan Dreamweaver tools sebagai editor dengan membuatdokumen XHTML dan CSS sebagai style library external. Rencana yang akan dipersiapkan terlebih
dahulu adalah sebagai berikut :
1. Desain Website
2. Membuat Website Dengan Dreamweaver
* * *
Desain website
Untuk memulai membuat sebuah website, terlebih dahulu kita menggambarkan desain yang akan 
kita buat. Untuk kesempatan ini, kita akan membuat desain website statis dengan format xhtml
yang akan dilanjutkan dengan membuat web menggunakan dreamweaver tools.
1.1 Tampilan website
Tampilan halaman website / webpage pada kesempatan ini adalah membuat halaman web
sederhana dengan 4 bagian / block seperti gambar dibawah ini dengan deskripsi sebagai berikut :
Header
Adalah tempat Judul website yang biasanya berada diposisi teratas dari webpage 
Menu
Adalah Navigator dari Content layout, berisikan link informasi sebuah 
website. Pada kesempatan ini, layout menu dapat ditambahkan sesuai dengan
kebutuhan pemilik seperti : home, article, about me, contact dsb
Content 
Adalah tempat utama dari sebuah webpage, berisikan content dari informasi utama 
yang dapat dinavigasi melalui menu (hyperlink) pada bagian menu
dan Footer
hampir sama dengan header, namun yang membedakan adalah, posisi 
footer berada di bawah dari webpage. Dimana pada tutorial ini berisikan copyright 
pembuat / pemiliknya
1.2 Webpage Content
Untuk tahap awal membuat website ini, kita akan membuat 4 halaman / webpage yang akan 
dinavigasi dari menu, dengan informasi sebagai berikut :
1. Home (Index.html)
Menampilkan informasi Awal dari Website, halaman ini menjadi halaman 
homepage. dengan inisial Home pada menu navigasi
2. Article (Article.html)
Menampilkan informasi tentang article. dengan inisial Article pada menu navigasi
3. About Me (About.html)
Menampilkan informasi pemilik Website, halaman ini menjadi halaman homepage,
pada kesempatan ini halaman ini dijadikan kumpulan informasi article pemilik
4. Contact (Contact.html)
Menampilkan informasi Awal dari Website, halaman ini menjadi halaman 
homepage, pada kesempatan ini halaman ini dijadikan kumpulan informasi article
pemilik
1.3 Menyiapkan Graphic / Gambar pendukung webpage
Pada kesempatan ini, Graphic sudah terlebih dahulu dibuat mengunakan Adobe Photoshop. Yang 
ditempung pada file images sebagai berikut :
Folder/ directory gambar
background-header.png --> File gambar background header block
background-footer.png --> File gambar background footer block
background-content.png --> File gambar background content block
background-menu.png --> File gambar background menu navigasi block
pastikan file tersebut sudah anda simpan dalam PC anda pada folder images pada susunan file
website anda.
1.4 File Management Website
Sesuai dengan desain yang telah kita bahas, maka management file dari website yang akan kita
buat adalah sebagai berikut :
index.html --> html file, halaman utama / homepage
article.html --> html file, halaman article
about_me.html --> html file, halaman tentang pemilik
contact.html --> html file, halaman contact pemilik
template.css --> css file, Style Library halaman website
Folder / directory gambar 
Buat 1 buah Folder / directory dengan nama “workshop” pada PC anda yang teletak pada “C:\”
File management diatas akan berada pada folder yang anda buat. “C:\workshop\”
Untuk awal tentunya anda belum mempunyai file index.html, about_me.html & template.css. file
graphic pendukung dapat dicopy dari tempat yang telah disediakan.
Membuat Website dengan Dreamweaver
Untuk Memulai membuat website dengan dreamweaver, anda dapat langsung
membukanya pada desktop shortcut atau melalui menu : 
start --> All Program --> Macromedia --> Macromedia Dreamweaver MX 2004
Pastikan Applikasi ini sudah terinstall terlebih dahulu pada PC yang akan anda gunakan. 
2.1 Membuat Halaman Index.html
Pada Dashboard Dreamweaver menu pilih “HTML” pada sub “Create New” Shortcut.
Anda akan memasuki workspace Dreamweaver.
Gambar 2.1.1 Title webpage 
Masukan Judul “Home” pada textbox title






Gambar 2.1.2 Saving Index.html

















Save halaman Pertama anda dengan
nama index.html pada folder
“C:/apache2triad/htdocs/workshop/”

Gambar 2.1.3 Setting Block Div





masukan div tag pada halaman layout dengan class sesuai dengan design yg akan dibuat container, footer, content, menu, header
seperti digambar sebelah ini.

Gambar 2.1.4 Homepage Content

masukan informasi sesuai dengan block yang telah dibuat (contoh seperti gambar disamping).

1.header block :
Dengan nama anda dan motto

2.menu block :
navigator halaman diikuti
dengan fungsi hyperlink
• Home
• Article
• About me
• Contact

3.content block :
informasi homepage
berisikan kata sambutan, dsb

4.footer block :
informasi pembuat




2.2 Membuat CSS dengan Dreamweaver MX

Cascading style sheet dapat digunakan melalui 3 macam / jenis sebagai berikut :
1. Inline style – ditulis langsung pada setiap tag / elemen
2. Document level style – ditulis diantara bagian head HTML pada setiap dokumen
3. External style sheet – ditulis difile .css sebagai file external yang dapat dipanggil /
digunakan lebih dari 1 halaman / webpage.
Kita akan membuat dengan cara yang ke 3 dengan membuat sebuah file template.css melalui
menu File --> new --> CSS pada kategori basic page. Selanjutnya gunakan template.css sebagai link
stylesheet pada index.html dengan Attach style sheet pada panel CSS.

Gambar 2.2.1 Attach External Css

Halaman index.html akan menampung script
sebagai berikut sebagai link CSS external

<link href="template.css" rel="stylesheet" type="text/css" />


• setting semua style tag webpage dengan warna abu2 dengan margin dan padding 0.
dengan menggunakan wizard dari dreamweaver atau menulis sctipt css sebagai berikut :
* {
color: #333333;
margin: 0px;
padding: 0px;
}

• selanjutnya setting style body, format text H1 dan H2 seperti script dibawah ini :
body {
font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;
font-size: 12px;
background-color: #313131;
}
h1 {
text-transform: lowercase;
color: #3399FF;
font-size: 25px;
}
h2 {
color:#3399FF;
font-size: 14px;
text-transform: uppercase;
}

• buat style tag div
div {
padding: 5px;
border: 1px solid #FFFFFF; 
}

• style class container
.container {
width: 600px;
margin-top: 20px;
margin-right: auto;
margin-left: auto;
padding: 0px;
border: 3px ridge #FFFFFF;
}

• Style class header
.header {
background: #FFFFFF url(images/background-header.png);
text-align: center;
}

• Style class content
.content {
font-size: 12px;
background: #FFFFFF url(images/background-content.png) repeat-x;
text-align: justify;
}

• Style class menu
.footer {
font-size: 11px;
color: #FFFFFF;
background: #FFFFFF url(images/background-footer.png);
text-align: center;

• Style class menu
.menu {
height:25px;
padding:0px;
border:0px;
}

• Advance class menu pada tag li, a dan a:hover
.menu li {
list-style:none;
text-align: center;
float: left;
height: auto;
width: 150px;
font: 12px/25px Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; 
}
.menu li a {
font-weight: bold;
text-transform: uppercase;
color: #FFFFFF;
text-decoration: none;
background: url(images/background-menu.png);
display: block;
}
.menu li a:hover {
background: url(images/background-menu.png) 0 -25px;
color:#000000;
}

Maka tampilan home page anda akan akan seperti sebagai berikut :

Gambar 2.2.2 index.html










Gambar 2.2.3 article.html























* * *

Nahhh... gimana sobat ??
Cukup Mudah Kan Tutorialnya dalam membuat website sederhana ?? :)
Semoga Bermanfaat sobat


Minggu, 06 Oktober 2013

Cara Mengkoneksikan Database Accsess Di Visual Basic 6.0


 
Kali ini Saya akan bagi-bagi ilmu sedikit tapi bukan bermaksud menggurui, saya cuma mau menjelaskan tentang cara mengkoneksikan Database Accsess Di Visual Basic 6.0. Dalam Membuat Suatu Program hal yang paling utama untuk diketahui atau dipahami adalah Dasar dari program tersebut. Disini Sya Tidak Perlu Menampilkan secara terperinci  Tentang Dasar Dari Visual Basic. Selanjutnya kita langsung saja belajar bersama sama tentang koneksi Accsess Di VB.

Langkah – Langkah Yang Harus dilakukan Adalah
Buatlah Data Base dengan Nama coba

Contoh : 
Buka MS Accsess Dikomputer Anda
Setelah Itu Clik Blank Database kemudian di sebelah kanan computer/Laptop Anda Perhatikan File Name Clik Logo Folder Yang Terdapat Disamping Database3.accdb

Setelah Muncul Halaman File New Database Sebelum Menyimpan Terlebih Dahulu buat lah folder baru untuk tempat penyimpan database nanti dengan nama folder Latihan 

setelah folder telah dibuat Ubah File Name Database3.accdb Menjadi Coba Dan Pada Save As Tipe Pilih Microsoft Office Access Databases (2002-2003 Format)(*.mdb) Kemudian Clik Ok
diharapkan database anda telah tersimpan di folder yang telah anda buat. Kemudian clik Create.

Sekarang Database coba telah dibuat langkah selanjutnya membuat tabel didatabase caranya clik pada menu View  yang terdapat diatas kemudian pilih Design View
Maka Akan Muncul Halaman Save As Pada Table Name Ubah Namanya Menjadi data kemudian Clik Ok

Maka Akan Muncul Kolom Field Name, Data Type Dan Description
Pada Kolom Field Name Ketikan Nama Pada Data Type Pilih Text
Pada Kolom Field Name Ketikan Alamat Pada Data Type Pilih Text

Setelah Itu Simpan Dan Keluar. Untuk Pembuatan Database Kali Ini telah selesai

Langkah Berikutnya Membuat Project Di Vb 6.0
1.Buka Aplikasi VB Di Komputer Anda

2.Klik Menu Project Tepatnya DiAtas Halam Vb anda Setelah itu Pilih References Kemudian Cari Dan  Centang Microsoft Activex Data Objects 2.0 Library Setelah itu Klik Ok

3.Pada Property Ubah name Form1 Menjadi Home

4.Buat Module
Untuk Membuat Module Ada 2 Cara Cara Pertama
a. Klik Gambar Form Di Kiri Atas Kemudian Pilih Module
b. Klik Kanan Pada Form1 Disebelah Kanan Pada Project Kemudian Pilih Add >> Module
Setelah Itu Clik Open
5.Copy Code Dibawah Ini Tepat Di Halaman Module

Global db As New ADODB.Connection
Public dbdata As ADODB.Recordset

Sub Connect()
    Set dbdata = New ADODB.Recordset
    Set db = New ADODB.Connection
        db.CursorLocation = adUseClient
        db.Open "Provider=Microsoft.Jet.Oledb.4.0;Data Source=" & App.Path & "\ coba.mdb"
End Sub

Sub Main()
Connect
Home.Show
End Sub

Aktifkan Halaman Home Kemudian Klik Project Dan Pilih Project Properties
Setelah Muncul Halaman Project Propertise pada Starup Object: Ganti Home Menjadi Sub Main
Setelah Tahap-Tahap Diatas Telah Selesai Kemudian Close Dan Simpan Project Anda Di Folder Latihan Tempat Penyimpanan Database Coba Yang Telah Dibuat Sebelumnya

Untuk Melihat Apakah Koneksi Anda Berhasil Buka Project anda kemudian RUN

Semoga Bermanfaat
Penulis : Olan uchiha